NGAP SAYOT T-SHIRT

welcome to my-space, bravocasiera

Hipokrit !!!!!!! Apakah saya atau anda yang seperti itu?

Hipokrit

Dalam kamus Oxford Advanced Learner's, kata "Hypocrite" didefinisikan sebagai "a person who pretends to have moral standards or opinions that they do not actually have (hipokrit adalah orang yang berpura-pura mempunyai standard moral atau pandangan yang sebenarnya tidak dimilikinya). Dengan bahasa sederhana, hipokrid dapat diertikan sebagai orang yang antara apa yang dikatakannya berzeda dengan perbuatan aktualnya. Jiwa atau figur manusia hipokrit, dalam pandangan ilmu jiwa modern, adalah jiwa yang sedang sakit. Pada dirinya seolah-olah terbelah dua jiwa yang saling bertikai dalam satu tubuh. Jiwa yang satu menggambarkan dirinya berdasarkan penampilan (luar)nya, yang boleh terlihat dan terdengar oleh orang lain, misalnya pakaian, perkataan dan senyumannya. Jiwa yang lain adalah mencerminkan sifat dalamannya, yang tak dapat diketahui oleh siapapun. Akibat pertikaian jiwa kepribadian ini, seorang yang hipokrit akan menampakkan profil kepribadian negatif yang akan merugikan orang lain dan dirinya sendiri. Paling sedikit ada tiga ciri atau sifat orang yang hipokrit, sebagaimana diuraikan secara singkat.

Tidak Amanah

Seorang yang hipokrit bukanlah orang yang amanah, baik dengan dirinya sendiri terlebih lagi dengan orang lain. Ia mendustai dirinya sendiri agar orang lain menerima atau menghargainya. Terlintas niat di hatinya ingin mendustai dan memperdayai orang lain, padahal ia telah mendustai dirinya sendiri. Dalam realiti yang sebenarnya, ia tidak sanggup memperdayai siapapun. Iapun sudah pasti tidak punya daya dan kekuatan sedikitpun untuk memperdayai Sang Pencipta, yang Maha Tahu apa saja yang "tertulis" dalam hati manusia. Pertentangan antara apa yang dikatakan dengan yang dikerjakannya inilah yang justru akan membongkar "kedok" di mata orang banyak mengenai hakikat siapa dirinya sebenarnya, walau sebagaimanapun ia berusaha menyamarkannya atau menyembunyikannya.

Senang Menyebar Fitnah

Ada analisis kejiwaan yang berusaha mengetahui profil orang yang hipokrit. Diperoleh hasil bahwa kepribadian orang hipokrit saling berkonspirasi dengan tabiatnya sendiri. Ia dianggap bertindak dalam kegelapan. Perkataannya dapat menimbulkan dan menyebarkan kebohongan serta fitnah. Dengan menggunakan berbagai pendekatan yang samar, terselubung, sistematis, teroganisir, dan menunggu tepat waktu, ia terus berusaha agar diakui benar, dapat diterima, dan dihargai orang lain. Ia akan gelisah melihat orang lain melebihi dia dan memperoleh sesuatu kebaikan/keuntungan. Demi untuk tujuan pribadi yang bersifat material atau duniawi, ia sanggup menyebar fitnah dan isu-isu negatif orang lain.

Bersifat Ulitarian

Kepribadian seorang hipokrit layaknya sosok pribadi yang "ulitarian"-suka mengambil keuntungan-mengingat ia bermain pada dua korelasi. Ia berusaha untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya dari keduanya. Sikaf ambivalen atau plin-plan serperti inilah yang selalu diambil oleh orang-orang hipokrit sepanjang masa. Kemunafikan ini mempunyai rupa dan jenis yang sangat variatif (berbeda-beda) yang jumlahnya tak terbilang. Di antara yang paling menonjol adalah sifat "cari muka", yaitu mendekati orang lain, terutama orang-orang yang memiliki kekuasaan dan kekayaan dengan cara dimurkai Tuhan. ia berusaha membuat orang-orang tersebut merasa senang. Misalnya, memuji mereka dengan sesuatu yang tidak mereka miliki dan membungkuk-bungkukkan diri di hadapan mereka. Tujuannya adalah untuk mengharapkan "imbalan" yang lebih menguntungkan.

Pemicu utama munculnya sifat hipokrit ini, misalnya "cari muka", sebagaimana dituturkan pakar ilmu jiwa, adalah karena takut dan tamak. Mencari muka merupakan penyakit jiwa dan sosial yang berkembang subur bagaikan wabah penyakit di tengah masyarakat dalam era/masa kemunduran. yaitu masa di mana banyak orang yang malah menjauhi dan mengendorkan pegangannya terhadap agamanya. hal ini tidak lain disebabkan lemahnya keimanan, rasa takut dan ingin lari dari kenyataan...

0 comments:

Post a Comment